Loading

Renungan Buku Abu-abu

23 November

Pelepasan dengan melepaskan dan membiarkan Tuhan membantu kita mengembangkan apa yang bekerja di sini dan sekarang.

Gray Book, p. 38 (Step Three, Lines 32-33)

Baca renungan

Ketika tentara menyerah dalam pertempuran, hal pertama yang mereka lakukan adalah berhenti bertempur. Kemudian mereka melepaskan apa pun yang mereka pegang di tangan mereka.

Mereka mengangkat tangan mereka dan menunggu instruksi dan arahan lebih lanjut. Dalam Narcotics Anonymous kita diberitahu, "Lepaskan dan Biarkan Tuhan.

Keduanya adalah tindakan Menyerah. Langkah Pertama adalah Menyerah yang dipaksakan, kita dipaksa untuk tunduk oleh penyakit. Kemudian kita Menyerah pada Prinsip Spiritual N.A., Dalam Langkah Kedua kita. Langkah Ketiga meminta kita untuk membuat Keputusan, untuk membiarkan Tuhan yang Kita Pahami merawat kita.

Apa yang harus kita lakukan adalah melepaskan apa pun yang kita pegang, sehingga kita dapat menerima apa yang Tuhan yang Kita Pahami coba berikan kepada kita. Kurangnya Kepercayaan dan ketakutan akan hal yang tidak diketahui adalah yang membuat kita terjebak di masa lalu, dan gugup tentang masa depan. Hari ini kita tidak boleh lupa untuk Mempercayai Kekuatan yang membuat kita Bersih di Langkah Pertama. Kita harus Mempercayai Kekuatan yang menghilangkan obsesi kita untuk menggunakan dan menjaga kita Bersih di Langkah Kedua.

Kita harus ingat bahwa Kekuatan yang sama ini masih ada bersama kita di Langkah Ketiga kita. Kekuatan ini yang bisa kita sebut Tuhan, akan terus Membantu dan Membimbing kita dalam Perjalanan Spiritual kita. Hari ini kita akan Mempraktikkan Iman dengan melepaskan apa yang mengganggu kita hari ini.

Kita akan belajar dari kesalahan masa lalu dan sekarang. Kita akan Mempercayai bahwa apa pun yang mengganggu kita, "Saat Ini", akan menjadi guru terbesar kita. Kita juga bisa melepaskan apa yang mempengaruhi Pemulihan kita secara negatif.

Saat Ini
✦   ✦   ✦

Kita akan Mempraktikkan "Melepaskan dan Membiarkan Tuhan", Hanya Untuk Hari Ini, Saat Ini.

Bagikan renungan di WhatsApp