Loading

Renungan Buku Abu-abu

3 Juli

Kita lupa bahwa kita hanya diberi penangguhan harian. Kita harus meminta bantuan setiap pagi dan ingat untuk berterima kasih kepada Tuhan di malam hari.

Gray Book, p. 144 (Chapter Nine, Lines 25-26)

Baca renungan

Buku Abu-abu kita mengingatkan kita bahwa ketika Hidup kita menjadi lebih nyaman, banyak dari kita jatuh ke dalam Kelesuan Spiritual. Kemunduran Spiritual ini dapat mengakibatkan kemunduran mental dan fisik jika kita tidak Waspada. Kurangnya pemeliharaan dari Penangguhan Harian ini dapat mengakibatkan perasaan tidak berguna dan kurang tujuan. Banyak dari kita lupa di mana Kekuatan Sejati kita berada.

Kita melanggar Anonimitas kita sendiri dengan mengklaim kredit untuk Pemulihan kita. Beberapa dari kita menemukan diri kita dalam kesulitan menghadapi kehidupan sehari-hari.

Kita harus terus melakukan hal-hal yang telah kita lakukan dan tidak mengendurkan Program Spiritual kita. Kita mulai dengan meminta Bantuan Tuhan, kita menghubungi Sponsor kita dan memberi tahu mereka di mana kita berada. Kita Mempraktikkan Rasa Syukur kita dengan Mempraktikkan Prinsip-Prinsip Spiritual.

Beberapa dari kita Mempraktikkan memiliki Kontak Sadar yang Konstan, dengan Tuhan yang Kita Pahami Sendiri. Kita meminta Bimbingan di Pagi hari, memeriksa sepanjang hari kita dan Berterima Kasih kepada Tuhan di malam hari untuk Hidup kita dan Pemulihan kita. Karena Kehendak Tuhan berakhir di mana kehendak kita dimulai, kita berhati-hati dalam memantau sikap dan perilaku kita. Kita harus meminta Bantuan Tuhan bahkan jika kita berpikir kita tidak membutuhkannya.

Buku Abu-abu kita berbicara tentang tidak mengukur cara Tuhan Membantu kita atau tidak. Semua Terima Kasih diberikan kepada Tuhan kita.

Saat Ini
✦   ✦   ✦

Kita tidak akan meninggalkan Dasar-Dasar, sehingga Dasar-Dasar tidak meninggalkan kita. Kita akan memberikan Terima Kasih di mana seharusnya.

Bagikan renungan di WhatsApp