Loading

Renungan Buku Abu-abu

25 Juli

Setelah mengalami Kebangkitan Spiritual sebagai hasil dari Langkah-Langkah ini, kami berusaha untuk menyampaikan pesan kepada para pecandu dan untuk mempraktikkan Prinsip-Prinsip ini dalam semua Urusan kami.

Gray Book, p. 59 (Step Twelve, Step Twelve Header)

Baca renungan

Langkah asli dulu berbunyi, "sebagai hasil dari LANGKAH-LANGKAH ITU mempraktikkan PRINSIP-PRINSIP INI dalam semua Urusan kami", yang menyiratkan bahwa Kebangkitan Spiritual kita terjadi selama dan sebagai hasil dari Mempraktikkan Prinsip-Prinsip Spiritual dari setiap Langkah hingga Langkah 12. Langkah 1-11 mempersiapkan kita untuk membawa pertunjukan ke jalan. Cinta dan Pelayanan adalah Prinsip utama di balik Langkah 12. Cinta pada diri sendiri harus terjadi sebelum kita mencintai orang lain.

Kita mulai mencintai diri kita sendiri saat kita mengerjakan Langkah 4-11. Hanya masuk akal bahwa kita memiliki Cinta untuk memberikan Cinta.

Setiap Pelayanan yang dilakukan sebelum ini dapat disalahartikan dengan prestise dan ego, yang sebenarnya merugikan kita dan mereka yang kita coba layani. Banyak konflik terjadi atas nama Pelayanan; apakah Anda pernah ke pertemuan area naws akhir-akhir ini? Ego berbenturan dan ketidaksepakatan menciptakan perpecahan dan Tujuan Utama kita tidak lagi menjadi yang Utama. Ketika anggota mengerjakan Langkah-Langkah dan memiliki Hubungan kerja dengan Tuhan Yang Mereka Pahami, Praktik Prinsip-Prinsip Spiritual tidak akan bertentangan.

Pengetahuan kerja tentang Tradisi mungkin tidak cukup, studi dan aplikasi yang sebenarnya mungkin diperlukan pada tingkat Pelayanan tertentu. Memilih anggota sebelum mereka siap secara Spiritual untuk posisi Pelayanan, dapat lebih merusak daripada Baik. Simbol kita berbicara tentang Niat Baik, melakukan hal yang benar untuk alasan yang benar, motif kita untuk melakukan Pelayanan haruslah untuk Melayani orang lain, bukan diri kita sendiri. Kita tetap bersih adalah yang kedua.

Gejala membantu orang lain, adalah bahwa kita dapat mempertahankan apa yang kita miliki. Jika apa yang kita miliki tidak berhasil maka, kita dapat mempertahankan itu juga. Pemulihan Berbasis Pelayanan sebenarnya merugikan diri sendiri, kita tidak Pulih melalui Pelayanan.

Kita Pulih melalui mengerjakan Langkah-Langkah, kemudian kita Mempraktikkan Prinsip-Prinsip ini melalui Tradisi kita. Kita harus bertanya pada diri sendiri; apakah Pelayanan saya, Berbasis Pemulihan? Atau apakah saya memiliki Pemulihan Berbasis Pelayanan?

Mengambil inventaris tentang mengapa kita melayani dapat membuka wawasan, dan memastikan motif kita tidak memiliki motif. Cinta dan Pelayanan harus menjadi satu-satunya motif kita, jika kita telah mengerjakan LANGKAH-LANGKAH ITU.

Saat Ini
✦   ✦   ✦

Kita akan terus bekerja pada diri sendiri, sehingga kita akan memiliki sesuatu untuk diberikan, kita tidak bisa memberikan apa yang tidak kita miliki.

Bagikan renungan di WhatsApp