Loading

Renungan Buku Abu-abu

26 Desember

Dengan membuka gerbang hati kita, kita menjadi siap menerima bantuan yang kita butuhkan.

Gray Book, p. 37 (Step Two, Lines 7-8)

Baca renungan

Bagi sebagian besar dari kita, kecanduan aktif tidak hanya menutup pikiran kita, tetapi juga menutup hati kita. Obat-obatan membuat kita mati rasa, dan itulah yang kita inginkan.

Kita tidak ingin berpikir, dan kita ingin mengendalikan apa yang kita rasakan. Pikiran kita tertutup untuk apa pun, kecuali menggunakan.

Proses penggunaan juga menutup Jiwa kita. Di ujung jalan, banyak dari kita ingin mati, tetapi keinginan kita untuk Hidup sedikit lebih kuat. Setelah semua hal lain gagal, dan dengan keputusasaan ini kita mencari Bantuan melalui Narcotics Anonymous. Dikalahkan hingga Menyerah dan tidak berdaya, kita terpaksa membuka pikiran kita untuk mencoba sesuatu yang berbeda.

Di Narcotics Anonymous kita melihat bukti anggota lain yang tetap Bersih dan Menikmati Hidup tanpa menggunakan obat-obatan. Keterbukaan pikiran ini memberi kita Harapan yang kita butuhkan untuk menginginkan hal yang sama bagi kita. Harapan ini mendorong Kemauan kita untuk membuat Keputusan dalam Langkah Ketiga.

Literatur kita memberi tahu kita bahwa Keputusan ini bukanlah keputusan mental, tetapi Keputusan yang kita buat dengan Hati kita. Langkah Kedua membuat pembukaan yang kita butuhkan dalam pikiran kita.

Sekarang dalam Langkah Ketiga kita membuka Hati kita untuk Kekuatan ini. Kita sekarang mulai membentuk Hubungan yang Tulus dengan Tuhan yang Kita Pahami. Ini adalah Fondasi Spiritual yang dapat kita bangun untuk Pemulihan yang sukses. Buku Abu-abu kita menyatakan, "Satu-satunya harga adalah berhenti berjuang, menyerah dengan tenang dan membiarkan Tuhan yang kita pahami menjaga kita." Pembukaan Hati dan pikiran kita ini membuat kita tersedia untuk menerima bantuan yang kita butuhkan untuk melanjutkan Perjalanan Pemulihan ini di Narcotics Anonymous.

Saat Ini
✦   ✦   ✦

Kami akan menjaga Pikiran Terbuka serta Hati Terbuka. Kami juga akan Berbagi Prinsip Spiritual ini dengan orang lain.

Bagikan renungan di WhatsApp